Finance Grant Officer

KEMITRAAN – Kemitraan untuk Reformasi Tata Kelola di Indonesia sedang mencari seorang Finance Grant Officer untuk mendukung pengelolaan keuangan yang efektif dan sesuai ketentuan pada berbagai proyek dan hibah.

Finance Grant Officer akan bekerja di bawah pengawasan Finance Manager/Head of Finance & Grants serta bekerja sama secara erat dengan Bagian Keuangan PMU dan mitra proyek. Posisi ini akan mendukung pemrosesan transaksi, verifikasi keuangan, pelaporan kepada donor, fasilitasi audit, pengelolaan kas dan perpajakan, serta pemeliharaan dokumentasi keuangan yang lengkap dan akurat.

Tanggungjawab Utama

Finance Grant Officer akan bertanggung jawab atas:

  • Mendukung pelaksanaan strategi operasional keuangan serta memastikan kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur KEMITRAAN serta para donor.
  • Memantau transaksi keuangan, mengidentifikasi penyimpangan dan anomali keuangan, serta memberikan informasi keuangan yang akurat dan rekomendasi kepada manajemen.
  • Mengelola dana KEMITRAAN dan dana donor, termasuk perencanaan anggaran, pencatatan keuangan, pemantauan, pemrosesan transaksi, dan dokumentasi.
  • Memverifikasi permintaan anggaran dan revisinya, memastikan kelengkapan dan keakuratan dokumen keuangan, perhitungan, pembukuan, serta pembayaran yang tepat waktu.
  • Menyusun perkiraan anggaran dan laporan pengeluaran bulanan, triwulanan, enam bulanan, dan tahunan.
  • Menyusun laporan keuangan dan laporan lainnya melalui SunSystem atau sistem terkait lainnya.
  • Memantau saldo proyek dan dana, mengidentifikasi serta memperbaiki kesalahan anggaran, kesalahan penagihan, dan bukti transaksi yang belum dibukukan.
  • Memantau piutang dan menindaklanjuti pembayaran yang belum dilunasi.
  • Mendukung rekonsiliasi rekening bank, rekonsiliasi saldo dana, transfer bank, peramalan arus kas, dan administrasi perpajakan.
  • Mendukung perencanaan audit, penyusunan Kerangka Acuan Audit, koordinasi dengan auditor, serta penyediaan dokumen yang diminta.
  • Melacak temuan audit dan tindakan manajemen hingga tuntas.
  • Berkontribusi dalam pelatihan di bidang keuangan, pertukaran pengetahuan, serta identifikasi pelajaran yang dipetik dan praktik terbaik dalam manajemen keuangan.

Kualifikasi dan Pengalaman

  • Minimal gelar S-1, lebih disukai di bidang Akuntansi, Keuangan, Ekonomi, atau bidang terkait.
  • Memiliki pengalaman minimal 5 tahun dengan tanggung jawab yang semakin meningkat di bidang keuangan dan akuntansi, terutama di LSM, organisasi pembangunan, atau proyek yang didanai oleh donor.
  • Pengalaman dalam menyusun dan meninjau anggaran proyek serta usulan anggaran.
  • Memiliki pemahaman yang baik mengenai persyaratan keuangan dan kepatuhan dari donor kelembagaan.
  • Kemahiran dalam menggunakan Microsoft Excel dan aplikasi Microsoft Office.
  • Kemahiran dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, baik secara tertulis maupun lisan.
  • Kemampuan komunikasi yang baik, disertai kemampuan untuk bekerja sama secara kolaboratif dengan tim proyek, mitra, dan pemangku kepentingan lainnya.
  • Kemampuan untuk bekerja secara efektif dalam lingkungan yang terus berubah dan kompleks.

Cara Melamar

Para kandidat yang tertarik dipersilakan untuk mengirimkan lamaran mereka melalui tombol “LAMAR SEKARANG” di bawah ini.

Harap pastikan bahwa semua dokumen pendaftaran yang diperlukan telah diserahkan melalui sistem pendaftaran.

Periode Pendaftaran: Lowongan ini akan ditutup 10 hari setelah tanggal pengumuman (22 September 2026 – 2 Oktober 2026)

Hanya kandidat yang lolos seleksi awal yang akan dihubungi.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

 

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

 

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.

2000-2003

KEMITRAAN memainkan peran krusial dalam mendukung pengembangan undang-undang untuk membentuk KPK. Hal ini diikuti dengan langkah mendukung Pemerintah dan DPR dalam memilih calon komisioner yang kompeten dan juga mendukung kelompok masyarakat sipil untuk mengawasi secara kritis proses seleksinya. Setelah komisioner ditunjuk, mereka meminta KEMITRAAN untuk membantu mendesain kelembagaan dan rekrutmen awal KPK, serta memainkan peran sebagai koordinator donor. Sangat jelas bahwa KEMITRAAN memainkan peran kunci dalam mendukung KPK untuk mengembangkan kapasitas dan strategi yang diperlukan agar dapat bekerja seefektif mungkin.

2016

Pada bulan Maret 2016, KEMITRAAN menerima akreditasi internasional dari Adaptation Fund. Dewan Adaptation Fund, dalam pertemuannya yang ke-27, memutuskan untuk mengakreditasi KEMITRAAN sebagai National Implementing Entity (NIE) dari Adaptation Fund. KEMITRAAN menjadi lembaga pertama dan satu-satunya lembaga Indonesia yang terakreditasi sebagai NIE Adaptation Fund di Indonesia.

2003

Pada tahun 2003, KEMITRAAN menjadi badan hukum yang independen yang terdaftar sebagai Persekutuan Perdata Nirlaba. Pada saat itu, KEMITRAAN masih menjadi program yang dikelola oleh UNDP hingga akhir tahun 2009. Sejak awal tahun 2010, KEMITRAAN mengambil alih tanggung jawab dan akuntabilitas penuh atas program-program dan perkembangannya.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.