Beranda / Publication

Ratusan Anak Muda Pekalongan Beraksi dalam Menghadapi Perubahan Iklim

Dok. Kemitraan

Seratus orang finalis Kompetisi Aksi Generasi Muda Perubahan Iklim Kota Pekalongan mengunjungi daerah terdampak banjir rob dan menyebarkan kampanye tentang sampah bersama KEMITRAAN (11/6)

PEKALONGAN, 12 Juni 2022  –  Bencana banjir rob yang melanda sepertiga kota Pekalongan setiap hari merupakan salah satu dampak dari perubahan iklim yang diakibatkan naiknya permukaan laut. Perubahan iklim akan memiliki dampak terbesar pada kaum muda sebagai generasi penerus bangsa. Kelak mereka akan menjadi para pengambil keputusan yang akan berupaya mencegah bencana yang muncul jika suhu global naik melebihi 1,5 derajat Celcius pada tahun 2030. Mereka yang akan menjadi para pemimpin yang beraksi untuk mencegah Pekalongan tenggelam. 

Inilah yang mendorong Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan atau KEMITRAAN dengan dukungan Adaptation Fund, Pemerintah Kota Pekalongan dan Cabang Dinas Pendidikan XIII Provinsi Jateng, untuk melaksanakan Kompetisi Aksi Generasi Muda Perubahan Iklim Kota Pekalongan. Kompetisi ini mengajak generasi muda Pekalongan menunjukkan aksinya dalam bentuk karya video pendek, desain poster, pidato dan foto. Kompetisi yang dilaksanakan sejak bulan Mei 2022 ini berhasil menjaring 665 peserta. Terdiri dari 409 peserta kategori pidato, 68 orang peserta desain poster, 78 orang peserta video pendek dan 110 orang peserta foto. Setelah melalui proses seleksi awal, terpilih 100 orang finalis yang terdiri dari 25 finalis untuk tiap kategori. Pada hari Sabtu, 11 Juni 2022, 100 orang finalis ini mengikuti rangkaian penjurian akhir. Para juri terdiri dari tokoh masyarakat setempat, perwakilan pemerintah kota dan KEMITRAAN. Setelah mengikuti serangkaian penjurian akhir, 100 orang finalis kompetisi yang terpilih diajak melakukan kunjungan ke daerah terdampak banjir rob di kawasan pesisir Kota Pekalongan.

Direktur Program Sustainable Governance Strategic KEMITRAAN, Dewi Rizki mengatakan, “Melalui kegiatan kunjungan ke daerah yang terdampak banjir rob, anak-anak muda Kota Pekalongan diharapkan mengetahui persoalan dampak perubahan iklim yang sedang terjadi. Mereka juga diharapkan menjadi agen perubahan untuk ikut terlibat mengatasi dampak perubahan iklim yang terjadi.”

Finalis Kompetisi Aksi Generasi Muda Perubahan Iklim Pekalongan sedang membersihkan sampah di sekitar lokasi wisata Pantai Pasir Kencana.

Dalam kegiatan ini para finalis kompetisi mengunjungi beberapa titik. Seperti di kawasan Meduri (Tegaldowo) di mana anak anak muda Pekalongan diajak melihat sepanjang Sungai Bremi yang dulu banyak ditumbuhi eceng gondok dengan saat ini sudah ditanggul karena tidak mampu menampung debit air sehingga mengakibatkan banyak air tergenang. Setelah itu peserta melanjutkan perjalanan dengan melewati kawasan Jeruksari, desa yang dulu asri dengan hamparan sawah hijau dan pemukiman asri. Namun kini sawah telah berubah menjadi danau dan banyak rumah yang tenggelam karena sering terjadi banjir. Selanjutnya peserta melakukan kunjungan ke Mangrove Park agar mereka bisa belajar bagaimana menjaga lingkungan dengan menanam dan menjaga tumbuhan mangrove sebagai pelindung abrasi.  

Terakhir peserta mengunjungi objek wisata Pantai Pasir Kencana. Di sana mereka melakukan aksi pungut sampah dan mengedukasi pengunjung agar tidak membuang sampah secara sembarangan. 

Pemenang kompetisi diumumkan pada hari Minggu, 12 Juni 2022 dalam acara grand final di Hotel Santika, Pekalongan.Kegiatan berlangsung meriah dihadiri Wakil Walikota Pekalongan, H Salahudin STP, Ketua DPRD Kota Pekalongan M Azmi Basyir, Sekda Kota Pekalongan Sri Ruminingsih, Direktur Program Sustainable Strategic Kemitraan Dewi Rizki, Team Leader AF Kota Pekalongan Dadang Hilman, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), dan juga finalis kompetisi. 

Wakil Walikota Pekalongan, H Salahudin STP menyambut baik kompetisi ini, terutama karena animo sangat luar biasa dari para peserta. Salahudin juga mengungkapkan, KEMITRAAN  telah banyak bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pekalongan dan stakeholder lainnya di Kota Pekalongan, termasuk Adaptation Fund dalam berbagai program untuk mengatasi dampak perubahan iklim. Menurut dia, kegiatan lomba yang digelar, dengan sasaran generasi muda sangat tepat karena pada masa mendatang generasi muda akan menjadi penerus untuk terlibat dalam aksi adaptasi perubahan iklim. Apalagi saat ini Kota Pekalongan masih terkena dampak perubahan iklim seperti banjir dan rob yang masih dialami. 

”Kalau generasi muda sudah bisa merekam dan menarasikan, harapan kami nantinya bisa ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan riil. Bagaimana mereka membantu untuk menghadapi perubahan iklim di Kota Pekalongan,” kata Salahudin.

Walikota Pekalongan, H. Salahudin STP, saat menyerahkan hadiah kepada juara kategori pidato.

Juara 1 lomba pidato Sekar Inggrid Prameswari mengaku sangat senang setelah dinyatakan menang dalam lomba untuk kategori pidato. Pelajar SMK Negeri 2 Pekalongan tersebut mengatakan, sudah mempersiapkan diri secara serius guna mengikuti lomba ini. Apalagi temanya soal perubahan iklim, sesuai dengan kondisi yang dialami karena dia dan keluarganya tinggal di daerah di kawasan yang rawan terdampak banjir rob di Kelurahan Slamaran, Pekalongan Utara. 

”Rasanya gembira sekali bisa menang dalam lomba ini. Apalagi pesertanya juga sangat banyak dan dari berbagai anak anak muda. Saya berharap, lomba yang digelar lembaga Kemitraan ini bisa menggugah kesadaran anak anak muda untuk semakin peduli terhadap lingkungan. Jadi jangan hanya menunggu pemerintah, tapi juga dalam wujud nyata seperti untuk menanam mangrove. Ini karena mangrove itu sangat penting dalam mencegah banjir rob dan dampak perubahan iklim,” katanya.

Pemenang Kompetisi Aksi Genersi Muda Perubahan Iklim Kota Pekalongan bersama Ketua DPRD Kota Pekalongan, M. Azmi Basyir, dan Sekda Kota Pekalongan Sri Rumaningsih.

Berikut para pemenang dari Kompetisi Aksi Generasi Muda Perubahan Iklim Kota Pekalongan:  

Kategori Pidato

Juara 1: SEKAR INGGRID PRAMESWARI (SMK NEGERI 2 PEKALONGAN)

Juara 2: HAFIZ DWIJAYANTO (MAN 1 KOTA PEKALONGAN)

Juara 3: FAIRUZ IFTIKHOR (UPT PUSKESMAS NOYONTAAN)

Kategori Desain Poster

Juara 1: M. BARUL FATIKHIN (IAIN PEKALONGAN)

Juara 2: DIVA AGUSTINA SHOFA FATMA A. (SMAN 4 PEKALONGAN)

Juara 3: M. HEVI SABILLAH (SMK MA’ARIF NU TIRTO)

Kategori Foto

Juara 1: AKROM MUHSININ (SMKN 1 KARANGDADAP)

Juara 2: DUWI UTAMI (IAIN PEKALONGAN)

Juara 3: MUHAMMAD FIKRI NAFIS (SMKN 2 PEKALONGAN)

Kategori Video Pendek 

Juara 1: FAZA KEKAL INSANI (IAIN PEKALONGAN)

Juara 2: LABIEB LUKMANI (IAIN PEKALONGAN)

Juara 3: CHELSEA ARANTZA PHOEBE (SMAN 3 PEKALONGAN)

2016

Pada bulan Maret 2016, KEMITRAAN menerima akreditasi internasional dari Adaptation Fund. Dewan Adaptation Fund, dalam pertemuannya yang ke-27, memutuskan untuk mengakreditasi KEMITRAAN sebagai National Implementing Entity (NIE) dari Adaptation Fund. KEMITRAAN menjadi lembaga pertama dan satu-satunya lembaga Indonesia yang terakreditasi sebagai NIE Adaptation Fund di Indonesia.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

 

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

 

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.

2000-2003

KEMITRAAN memainkan peran krusial dalam mendukung pengembangan undang-undang untuk membentuk KPK. Hal ini diikuti dengan langkah mendukung Pemerintah dan DPR dalam memilih calon komisioner yang kompeten dan juga mendukung kelompok masyarakat sipil untuk mengawasi secara kritis proses seleksinya. Setelah komisioner ditunjuk, mereka meminta KEMITRAAN untuk membantu mendesain kelembagaan dan rekrutmen awal KPK, serta memainkan peran sebagai koordinator donor. Sangat jelas bahwa KEMITRAAN memainkan peran kunci dalam mendukung KPK untuk mengembangkan kapasitas dan strategi yang diperlukan agar dapat bekerja seefektif mungkin.

2003

Pada tahun 2003, KEMITRAAN menjadi badan hukum yang independen yang terdaftar sebagai Persekutuan Perdata Nirlaba. Pada saat itu, KEMITRAAN masih menjadi program yang dikelola oleh UNDP hingga akhir tahun 2009. Sejak awal tahun 2010, KEMITRAAN mengambil alih tanggung jawab dan akuntabilitas penuh atas program-program dan perkembangannya.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.