Senior Program Officer – Grants Management (2 Posisi)

LokasiJakarta, Indonesia, dengan perjalanan dinas sesuai kebutuhan
Durasi Kontrak6 bulan, dengan kemungkinan perpanjangan berdasarkan kinerja dan ketersediaan pendanaan
Atasan LangsungSenior Grants Manager, Grants Management Unit (GMU)

Tentang Posisi

KEMITRAAN – Partnership for Governance Reform in Indonesia membuka kesempatan bagi dua orang Senior Program Officer – Grants Management yang berpengalaman dan memenuhi kualifikasi untuk mendukung pengelolaan portofolio hibah bidang iklim dan pembangunan KEMITRAAN secara efektif melalui Grants Management Unit (GMU).

Posisi ini akan berkontribusi dalam keseluruhan siklus proyek, mulai dari perancangan proyek dan pengembangan proposal hingga pengawasan pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, pengelolaan adaptif, pelaporan, serta penutupan proyek. Posisi ini juga akan mendukung penjaminan mutu, pengelolaan risiko dan penyimpangan, kepatuhan, serta koordinasi dengan tim proyek, mitra, penelaah teknis, dan donor.

Tanggung Jawab Utama

Senior Program Officer akan mendukung pengelolaan proyek dan program secara menyeluruh dalam GMU, termasuk berkontribusi dalam perancangan proyek iklim dan pengembangan proposal, persiapan awal dan pengelolaan pelaksanaan proyek, pemantauan kinerja, pengelolaan penyimpangan dan tindakan korektif, evaluasi dan pembelajaran, serta penutupan dan transisi proyek.

Posisi ini juga bertanggung jawab untuk memelihara informasi pengelolaan proyek dan portofolio, mengoordinasikan proses penelaahan dan tindak lanjut, mendukung kepatuhan terhadap kebijakan KEMITRAAN dan persyaratan donor, serta memastikan dokumentasi proyek dan catatan pengambilan keputusan tersusun secara akurat, lengkap, dan mutakhir.

Kualifikasi dan Pengalaman

Pelamar diharapkan memiliki:

  • Gelar sarjana di bidang studi pembangunan, studi lingkungan, bisnis atau administrasi publik, hubungan internasional, ilmu sosial, manajemen proyek, atau bidang relevan lainnya. Gelar magister menjadi nilai tambah.
  • Minimal 10 tahun pengalaman profesional dengan tanggung jawab yang semakin meningkat dalam manajemen proyek atau program, manajemen portofolio, program perubahan iklim atau pembangunan, atau bidang terkait.
  • Pengalaman menyeluruh dalam perancangan proyek, pengembangan proposal, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, pengelolaan adaptif, dan penutupan proyek.
  • Pengalaman yang terbukti dalam merancang atau menelaah proyek perubahan iklim atau lingkungan, termasuk teori perubahan, kerangka hasil, anggaran, risiko, perlindungan sosial dan lingkungan, keberlanjutan, serta strategi pengakhiran proyek.
  • Pengalaman dalam proyek yang didanai donor serta pemahaman mengenai donor multilateral atau bilateral, climate funds, yayasan, atau mitra pembangunan internasional menjadi nilai tambah.
  • Pengetahuan yang kuat mengenai adaptasi dan/atau mitigasi perubahan iklim, tata kelola lingkungan, pembangunan berkelanjutan, serta pendekatan inklusif atau yang dipimpin oleh masyarakat lokal.
  • Kemampuan analitis, organisasi, fasilitasi, dan pemecahan masalah yang kuat.
  • Kemampuan tingkat lanjut dalam menggunakan Microsoft Office serta pengalaman menggunakan sistem penyimpanan dokumen bersama, basis data, atau perangkat dashboard.
  • Kemampuan berbahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulisan.
  • Bersedia dan mampu melakukan perjalanan dinas ke berbagai wilayah di Indonesia sesuai kebutuhan.

Cara Melamar

Kandidat yang berminat dan memenuhi kualifikasi diharaokan membaca Terms of Reference (ToR) lengkap dan mengirimkan lamaran melalui tombol di bawah ini. Pastikan lamaran Anda menunjukkan kesesuaian kualifikasi dan pengalaman profesional dengan persyaratan posisi yang ditawarkan.

Periode pengiriman lamaran 21 - 31 Agustus 2026

Lamar Sekarang

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

 

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

 

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.

2000-2003

KEMITRAAN memainkan peran krusial dalam mendukung pengembangan undang-undang untuk membentuk KPK. Hal ini diikuti dengan langkah mendukung Pemerintah dan DPR dalam memilih calon komisioner yang kompeten dan juga mendukung kelompok masyarakat sipil untuk mengawasi secara kritis proses seleksinya. Setelah komisioner ditunjuk, mereka meminta KEMITRAAN untuk membantu mendesain kelembagaan dan rekrutmen awal KPK, serta memainkan peran sebagai koordinator donor. Sangat jelas bahwa KEMITRAAN memainkan peran kunci dalam mendukung KPK untuk mengembangkan kapasitas dan strategi yang diperlukan agar dapat bekerja seefektif mungkin.

2016

Pada bulan Maret 2016, KEMITRAAN menerima akreditasi internasional dari Adaptation Fund. Dewan Adaptation Fund, dalam pertemuannya yang ke-27, memutuskan untuk mengakreditasi KEMITRAAN sebagai National Implementing Entity (NIE) dari Adaptation Fund. KEMITRAAN menjadi lembaga pertama dan satu-satunya lembaga Indonesia yang terakreditasi sebagai NIE Adaptation Fund di Indonesia.

2003

Pada tahun 2003, KEMITRAAN menjadi badan hukum yang independen yang terdaftar sebagai Persekutuan Perdata Nirlaba. Pada saat itu, KEMITRAAN masih menjadi program yang dikelola oleh UNDP hingga akhir tahun 2009. Sejak awal tahun 2010, KEMITRAAN mengambil alih tanggung jawab dan akuntabilitas penuh atas program-program dan perkembangannya.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.