Direktur Keuangan & Operasional (Finance & Operations Director)

Lokasi:Indonesia (berbasis di Jakarta, dengan cakupan nasional)
Melapor kepada:Direktur Eksekutif
Jenis Kontrak:Penuh waktu | Posisi Kepemimpinan Senior

Konteks Organisasi

KEMITRAAN (Partnership for Governance Reform) adalah organisasi terkemuka di Indonesia yang berfokus pada penguatan tata kelola pemerintahan yang baik, reformasi kelembagaan, dan pembangunan inklusif. Selama lebih dari dua dekade, KEMITRAAN telah bermitra dengan institusi pemerintah, masyarakat sipil, donor internasional, dan sektor swasta untuk melaksanakan program-program berdampak di seluruh Indonesia.

Organisasi ini beroperasi dalam lingkungan yang kompleks dengan banyak pemangku kepentingan serta mengelola portofolio program yang beragam dengan pendanaan dari berbagai donor. Seiring dengan upaya KEMITRAAN memperluas dampaknya, organisasi ini mencari pemimpin senior yang mampu memperkuat fondasi kelembagaan dan memastikan keberlanjutan jangka panjang.

Tentang Peran

Direktur Keuangan & Operasional (Finance & Operations Director/FOD) adalah posisi kepemimpinan strategis yang bertanggung jawab dalam mendorong keberlanjutan finansial, keunggulan operasional, dan kinerja organisasi.

Posisi ini melapor langsung kepada Direktur Eksekutif dan menjadi bagian penting dari Tim Manajemen Senior. FOD akan mengawasi portofolio terintegrasi yang mencakup Keuangan, Sumber Daya Manusia (SDM), Pengadaan, Teknologi Informasi (TI), Hukum, dan Administrasi.

Pengaturan Kelembagaan:
FOD bekerja erat dengan Tim Manajemen Senior, tim program, serta pemangku kepentingan eksternal termasuk donor, auditor, dan mitra. FOD membawahi pimpinan fungsi di bidang Keuangan, SDM, Pengadaan, TI, dan Administrasi.

Peran ini melampaui fungsi pengawasan semata. FOD akan bertindak sebagai mitra strategis dalam menentukan arah organisasi, memperkuat sistem tata kelola, dan memastikan pelaksanaan program yang kompleks dan didanai oleh donor berjalan efektif.

Posisi ini berada dalam lingkungan multi-donor dan multi-program dengan beragam persyaratan kepatuhan, serta membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi dengan dinamika regulasi dan pendanaan yang terus berkembang.

Fungsi

1. Kepemimpinan Organisasi & Tata Kelola

  • Berkontribusi dalam strategi organisasi dan pengambilan keputusan sebagai anggota Tim Manajemen Senior
  • Memperkuat kerangka tata kelola, pengendalian internal, dan sistem kepatuhan
  • Memastikan keselarasan antara strategi, alokasi sumber daya, dan pelaksanaan
  • Mendorong budaya integritas, akuntabilitas, dan kinerja unggul

2. Manajemen Operasional Terintegrasi

  • Memberikan pengawasan strategis terhadap fungsi Keuangan, SDM, Pengadaan, TI, Hukum, dan Administrasi
  • Memastikan sistem dan proses berjalan efisien, skalabel, dan sesuai kebutuhan organisasi
  • Memimpin transformasi operasional dan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi
  • Mendukung tim program melalui layanan operasional yang efektif

2.1 Manajemen dan Pengawasan Keuangan

  • Mengawasi proses penganggaran, proyeksi, dan perencanaan keuangan
  • Memastikan pelaporan keuangan tepat waktu, akurat, dan sesuai regulasi kepada manajemen, Dewan, dan donor
  • Menjaga sistem pengendalian internal dan tata kelola keuangan yang kuat
  • Memastikan kepatuhan terhadap regulasi donor, peraturan perundangan, dan kebijakan internal

2.2 Manajemen Kas, Risiko, dan Investasi

  • Mengelola arus kas, likuiditas, dan hubungan perbankan
  • Memimpin identifikasi, mitigasi, dan pemantauan risiko keuangan
  • Mengawasi strategi cadangan dan investasi untuk memastikan keberlanjutan

2.3 Pengawasan Keuangan Hibah dan Program

  • Memastikan pengelolaan keuangan program dan proyek yang baik, termasuk PMU dan penerima hibah
  • Meninjau dan menyetujui anggaran proyek serta laporan keuangan kepada donor
  • Memperkuat kapasitas keuangan dan kepatuhan mitra pelaksana

2.4 Kepemimpinan Sumber Daya Manusia

  • Memimpin pengembangan dan implementasi strategi SDM
  • Mengawasi rekrutmen, manajemen kinerja, pembelajaran dan pengembangan, serta hubungan karyawan
  • Mendorong budaya organisasi yang inklusif, berbasis nilai, dan berkinerja tinggi

2.5 Pengadaan dan Layanan Administrasi

  • Mengawasi sistem pengadaan untuk memastikan transparansi dan efisiensi
  • Memperkuat manajemen pemasok dan negosiasi kontrak
  • Menjamin layanan umum dan administrasi berjalan optimal

2.6 Teknologi Informasi, Hukum, dan Manajemen Kontrak

  • Memimpin strategi TI dan transformasi digital
  • Menjamin keamanan data, keandalan sistem, dan keberlangsungan operasional
  • Mengawasi kepatuhan hukum dan manajemen siklus kontrak

3. Manajemen Risiko, Kepatuhan & Assurance

  • Memastikan kepatuhan terhadap persyaratan donor dan regulasi
  • Mengawasi audit internal dan eksternal
  • Melindungi aset dan reputasi organisasi
  • Memperkuat sistem pengendalian internal

4. Mobilisasi Sumber Daya & Keterlibatan Eksternal

  • Mendukung pengembangan anggaran proyek dan proposal keuangan
  • Memastikan pelaporan keuangan berkualitas dan tepat waktu
  • Mewakili organisasi dalam urusan keuangan dan operasional dengan donor dan mitra
  • Memperkuat kredibilitas organisasi dalam pengelolaan keuangan
  • Mendukung komunikasi strategis dengan donor

5. Manajemen Perubahan & Penguatan Kelembagaan

  • Memimpin inisiatif perubahan organisasi, termasuk sistem, struktur dan proses
  • Mendorong adopsi teknologi dan cara kerja baru
  • Mengembangkan inovasi, efisiensi, dan peningkatan berkelanjutan

Hasil yang Diharapkan

  • Strategi keberlanjutan keuangan yang disetujui dan berjalan
  • Pelaporan keuangan dan donor yang tepat waktu dan patuh
  • Sistem pengendalian dan manajemen risiko yang kuat
  • Efisiensi operasional meningkat
  • Kapasitas organisasi yang lebih baik

Dampak yang Diharapkan

  • Organisasi yang berkelanjutan secara finansial
  • Operasional yang efisien dan skalabel
  • Tata kelola yang kuat
  • Kepercayaan tinggi dari donor dan mitra
  • Tim yang berkinerja tinggi

Kompetensi

Kepemimpinan Strategis :

  • Mampu menerjemahkan visi menjadi strategi
  • Memiliki ketajaman bisnis dan keuangan
  • Berpikir sistemik dan integrasi lintas fungsi

Kepemimpinan SDM:

  • Mampu memimpin dan menginspirasi tim
  • Coaching dan pengembangan talenta
  • Manajemen konflik dan pemangku kepentingan

Tata Kelola & Manajemen Risiko:

  • Pemahaman mendalam tentang kepatuhan dan audit
  • Mampu mengantisipasi dan memitigasi risiko

Inovasi & Perubahan:

  • Pengalaman dalam transformasi organisasi
  • Terbuka terhadap inovasi dan digitalisasi

Fungsional:

  • Manajemen keuangan dan fidusiari tingkat lanjut
  • Manajemen operasional terintegrasi (HR, procurement, IT)
  • Manajemen risiko dan kepatuhan
  • Pengembangan organisasi

Kualifikasi & Pengalaman

Pendidikan:

Gelar lanjutan di bidang Keuangan, Akuntansi, Administrasi Bisnis, atau bidang terkait (sertifikasi profesional seperti CPA menjadi nilai tambah).

Pengalaman:

  • Minimal 10 tahun pengalaman, termasuk 7 tahun di posisi kepemimpinan senior tingkat korporat
  • Pengalaman dalam kepemimpinan keuangan dan operasional di organisasi kompleks (lebih disukai di sektor pembangunan internasional/NGO)
  • Pengalaman mengelola program berbasis donor dan kemitraan multi-pemangku kepentingan
  • Keahlian dalam perencanaan keuangan, tata kelola, kepatuhan, dan manajemen risiko
  • Pengalaman transformasi organisasi dan peningkatan sistem
  • Pengalaman lintas budaya dan negara menjadi nilai tambah

Keterampilan:

  • Pemikiran strategis dan analitis
  • Kepemimpinan dalam pengembangan organisasi
  • Manajemen dan tata kelola keuangan
  • Komunikasi dan relasi pemangku kepentingan
  • Mampu mengelola kompleksitas

Bahasa:

Fasih berbahasa Inggris dan Bahasa Indonesia (lisan dan tulisan)

Mengapa Bergabung dengan KEMITRAAN

  • Kesempatan berkontribusi pada reformasi tata kelola nasional
  • Peran strategis dengan dampak besar
  • Lingkungan kolaboratif lintas sektor
  • Kesempatan mendorong inovasi dan penguatan kelembagaan

Jika Anda menjunjung tinggi integritas, akuntabilitas, inklusivitas, serta memiliki komitmen untuk mendorong tata kelola kolaboratif dan pembangunan berkelanjutan, kami mengundang Anda untuk bergabung bersama tim kami. Kirimkan lamaran Anda sebelum 10 Mei 2026.

Lamar Sekarang

2016

Pada bulan Maret 2016, KEMITRAAN menerima akreditasi internasional dari Adaptation Fund. Dewan Adaptation Fund, dalam pertemuannya yang ke-27, memutuskan untuk mengakreditasi KEMITRAAN sebagai National Implementing Entity (NIE) dari Adaptation Fund. KEMITRAAN menjadi lembaga pertama dan satu-satunya lembaga Indonesia yang terakreditasi sebagai NIE Adaptation Fund di Indonesia.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

 

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

 

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.

2000-2003

KEMITRAAN memainkan peran krusial dalam mendukung pengembangan undang-undang untuk membentuk KPK. Hal ini diikuti dengan langkah mendukung Pemerintah dan DPR dalam memilih calon komisioner yang kompeten dan juga mendukung kelompok masyarakat sipil untuk mengawasi secara kritis proses seleksinya. Setelah komisioner ditunjuk, mereka meminta KEMITRAAN untuk membantu mendesain kelembagaan dan rekrutmen awal KPK, serta memainkan peran sebagai koordinator donor. Sangat jelas bahwa KEMITRAAN memainkan peran kunci dalam mendukung KPK untuk mengembangkan kapasitas dan strategi yang diperlukan agar dapat bekerja seefektif mungkin.

2003

Pada tahun 2003, KEMITRAAN menjadi badan hukum yang independen yang terdaftar sebagai Persekutuan Perdata Nirlaba. Pada saat itu, KEMITRAAN masih menjadi program yang dikelola oleh UNDP hingga akhir tahun 2009. Sejak awal tahun 2010, KEMITRAAN mengambil alih tanggung jawab dan akuntabilitas penuh atas program-program dan perkembangannya.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.