Data Analysis and Completion Report – Consultant

DepartmentSGS - AF Pekalongan 
Report toMEL Officer AF Pekalongan 

About the Position

KEMITRAAN – Partnership for Governance Reform in Indonesia is seeking a qualified Consultant – Data Analysis and Completion Report to support the final phase of the Adaptation Fund (AF) Pekalongan Program.

The AF Pekalongan Program, implemented from July 2021 to July 2026 in collaboration with the Pekalongan City Government and supported by the Adaptation Fund, aims to strengthen climate resilience and community capacity in one of the areas most severely affected by climate change in the coastal region of Central Java. The program focuses, among others, on alternative livelihoods, institutional strengthening, community economic groups, supporting infrastructure, and accountable monitoring and evaluation.

The Consultant will support the program's final phase by strengthening data collection and analysis, supporting documentation and reporting of community empowerment activities, and contributing to the preparation of the program completion report. The position will work under the direction and responsibility of the MEL Officer and/or AF Pekalongan Team Leader and coordinate closely with the PMU, Community Development team, Infrastructure team, and relevant stakeholders.

Key Responsibilities

The consultant will be responsible for:

  • Collecting program activity data from the AF Pekalongan program team.
  • Ensuring that program data is valid, accurate, complete, and submitted in a timely manner.
  • Inputting, managing, and archiving program data in the project database.
  • Maintaining the security and confidentiality of program data.
  • Compiling data on program activities, outputs, outcomes, and performance indicators.
  • Conducting quantitative and qualitative data analysis to assess program progress and dynamics.
  • Identifying trends, challenges, risks, and opportunities for improvement based on field data.
  • Preparing concise data analysis summaries.
  • Preparing data-based reviews of program progress, impacts, and lessons learned.
  • Supporting the preparation of the program completion report.
  • Presenting data through narratives, tables, graphs, and simple infographics.
  • Coordinating with the program team to meet data and reporting requirements.
  • Supporting data requirements from partners, government, and donors within the scope of the assignment.
  • Participating in program evaluation, reflection, and data-based planning meetings.
  • Preparing monthly activity timesheets and periodic reports.
  • Ensuring that data required for program documentation and reporting is compiled, analyzed, updated, and verified.

Qualifications

ducation

  • Minimum D3/S1 in Statistics, Social Sciences, Development, Information Systems, Informatics, or a relevant field.

Professional Experience

  • Minimum 3–5 years of experience in data processing, monitoring and evaluation, or social research is an advantage.
  • Experience in preparing completion reports.
  • Experience working with program data and reporting is preferred.

Required Skills and Competencies

  • Proficiency in processing data using Excel/Spreadsheet or basic data-processing software.
  • Ability to conduct quantitative and qualitative data analysis.
  • Understanding of basic monitoring and evaluation principles.
  • Strong attention to detail and good data administration skills.
  • Ability to work effectively with program teams and government institutions.
  • Ability to work collaboratively as part of a team.
  • Willingness to undertake field mobility.

Assignment Period

1 September – 31 October 2026.

How to Apply

Interested and qualified candidates are invited to submit their application through the button below. Please ensure that your application demonstrates how your qualifications and professional experience meet the requirements of the assignment. Only shortlisted candidates will be contacted.

Appication period 19 - 29 August 2026

Lamar Sekarang

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

 

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

 

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.

2000-2003

KEMITRAAN memainkan peran krusial dalam mendukung pengembangan undang-undang untuk membentuk KPK. Hal ini diikuti dengan langkah mendukung Pemerintah dan DPR dalam memilih calon komisioner yang kompeten dan juga mendukung kelompok masyarakat sipil untuk mengawasi secara kritis proses seleksinya. Setelah komisioner ditunjuk, mereka meminta KEMITRAAN untuk membantu mendesain kelembagaan dan rekrutmen awal KPK, serta memainkan peran sebagai koordinator donor. Sangat jelas bahwa KEMITRAAN memainkan peran kunci dalam mendukung KPK untuk mengembangkan kapasitas dan strategi yang diperlukan agar dapat bekerja seefektif mungkin.

2016

Pada bulan Maret 2016, KEMITRAAN menerima akreditasi internasional dari Adaptation Fund. Dewan Adaptation Fund, dalam pertemuannya yang ke-27, memutuskan untuk mengakreditasi KEMITRAAN sebagai National Implementing Entity (NIE) dari Adaptation Fund. KEMITRAAN menjadi lembaga pertama dan satu-satunya lembaga Indonesia yang terakreditasi sebagai NIE Adaptation Fund di Indonesia.

2003

Pada tahun 2003, KEMITRAAN menjadi badan hukum yang independen yang terdaftar sebagai Persekutuan Perdata Nirlaba. Pada saat itu, KEMITRAAN masih menjadi program yang dikelola oleh UNDP hingga akhir tahun 2009. Sejak awal tahun 2010, KEMITRAAN mengambil alih tanggung jawab dan akuntabilitas penuh atas program-program dan perkembangannya.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.