| Jabatan | : | Finance Officer, Project Management Unit (PMU) |
| Supervisor | : | PMU Manager (with technical guidance from Finance Home Office) |
| Jenis Penugasan | : | Fixed term |
| Durasi | : | Enam (6) bulan dengan kemungkinan perpanjangan berdasarkan kinerja |
| Base | : | Tenggarong, Kutai Kartanegara – East Kalimantan |
Konteks
Project Management Unit (PMU) yang berbasis di Tenggarong dibentuk untuk mendukung pelaksanaan program Kemitraan di tingkat lapangan di Kalimantan Timur. Meskipun PMU saat ini mengelola kegiatan di bawah proyek Western Pacific Sustainable Peatland Management (SAGU) yang didukung oleh International Climate Initiative (IKI), unit ini secara sengaja dirancang sebagai unit multi-proyek yang mampu mengelola IKI SAGU saat ini dan proyek tambahan di masa depan seiring dengan perkembangan kebutuhan program.
Proyek SAGU merupakan inisiatif multi-negara yang dilaksanakan di Indonesia, Malaysia, dan Papua Nugini, yang bertujuan untuk menghentikan atau mengurangi degradasi ekosistem lahan gambut. Proyek ini menangani tantangan sistemik seperti keterbatasan data lahan gambut, praktik penggunaan lahan yang tidak berkelanjutan, kapasitas pemantauan yang tidak memadai, serta rendahnya keterlibatan masyarakat. Pilar intervensi utama meliputi penguatan pemetaan dan pemantauan lahan gambut, peningkatan instrumen kebijakan dan perencanaan, perluasan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, serta promosi pengelolaan lahan gambut berkelanjutan dan inovasi mata pencaharian. Upaya-upaya ini berkontribusi pada komitmen yang lebih luas dari negara-negara untuk mengintegrasikan pengelolaan lahan berkelanjutan dan pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) ke dalam Nationally Determined Contributions (NDC).
Indonesia memiliki ekosistem gambut dataran rendah dan dataran tinggi serta telah menetapkan kerangka regulasi penting untuk perlindungan dan restorasi lahan gambut. Namun demikian, permasalahan seperti kebakaran hutan, drainase, konversi lahan, dan ekspansi pertanian masih terus terjadi—khususnya di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Dalam SAGU, PMU mendukung intervensi yang mencakup peningkatan integrasi data lahan gambut, penguatan instrumen perencanaan subnasional seperti RPPEG Kutai Kartanegara dan rencana pengelolaan tingkat kabupaten, serta berbagai kegiatan di tingkat desa dan komunitas terkait pengelolaan lahan gambut berkelanjutan seperti: pendekatan pembasahan kembali–revegetasi–revitalisasi (3R) berbasis masyarakat, pemetaan partisipatif, rehabilitasi lahan gambut, dan pengembangan mata pencaharian masyarakat. Proyek ini juga meningkatkan kapasitas kelembagaan, mendukung perencanaan partisipatif di tingkat desa, serta meningkatkan kesiapsiagaan pengelolaan kebakaran melalui penguatan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Kemitraan bertindak sebagai salah satu mitra pelaksana utama di Indonesia, bekerja sama dengan CIFOR-ICRAF (pemimpin konsorsium) serta organisasi mitra termasuk SNV, GEC, ITPC, dan YLBA. Di Kalimantan Timur—khususnya wilayah Tenggarong—PMU berperan sentral dalam memfasilitasi implementasi di lapangan, keterlibatan pemangku kepentingan, harmonisasi kebijakan, fasilitasi masyarakat, serta penguatan MPA. PMU juga memastikan bahwa implementasi di tingkat lokal di Indonesia berkontribusi pada mekanisme pemantauan, pembelajaran, dan pelaporan multi-negara SAGU, termasuk pelaporan semesteran dan tahunan kepada donor IKI/BMUV.
Untuk mandat saat ini, tim PMU—termasuk Finance Officer—akan memastikan pengelolaan keuangan secara menyeluruh untuk operasional lapangan SAGU sesuai dengan kebijakan KEMITRAAN dan aturan IKI/BMUV. Posisi ini memastikan integritas keuangan komponen Indonesia dari KEMITRAAN, serta mendukung pelaporan rutin semesteran dan tahunan. Kegiatan meliputi pengelolaan pengeluaran untuk pelaksanaan di lapangan, lokakarya, fasilitasi desa, pelatihan MPA, dan rapat koordinasi. Mengingat adanya kolaborasi multi-mitra, peran ini memastikan standar dokumentasi memenuhi persyaratan kepatuhan CIFOR-ICRAF dan donor.
Seiring kemungkinan PMU akan mendukung proyek-proyek tambahan di bidang lingkungan, tata kelola, atau berbasis masyarakat di masa depan, fungsi-fungsi ini dirancang untuk dapat beradaptasi lintas berbagai portofolio program.
Fungsi dan Tugas Utama
Keterlibatan pemangku kepentingan
- Memfasilitasi peningkatan kapasitas dalam administrasi dan pengendalian keuangan bagi staf/mitra sesuai kebutuhan.
- Mendukung Project Manager dalam berkoordinasi dengan penerima hibah/mitra/konsultan, serta tugas lain yang diberikan kepadanya.
Persiapan proyek
- Menyusun anggaran proyek secara rinci dan proyeksi arus kas serta memberikan arahan terkait pengkodean dan aturan donor. Pengintegrasian kontrol dan dokumentasi dalam POM memastikan kesiapan audit sejak awal.
- Menyusun alat pemantauan anggaran dan siklus proyeksi. Template standar mendukung pelaporan yang konsisten, tepat waktu, dan analisis deviasi.
- Membantu asisten keuangan dan administrasi proyek dalam pencatatan dan pelaporan keuangan yang tepat, serta bertanggung jawab dalam kompilasi laporan.
Manajemen proyek dan jaminan kualitas
- Memantau anggaran dibandingkan realisasi dan menyusun proyeksi; memimpin tinjauan keuangan triwulanan dengan PMU dan mitra. Analisis rutin mengidentifikasi tren dan mendukung tindakan korektif secara dini.
- Menyusun laporan keuangan rutin untuk disampaikan dan ditinjau oleh Senior Finance Manager di Home Office KEMITRAAN.
- Memvalidasi dokumentasi keuangan untuk audit dan laporan serta memberikan masukan terkait risiko keuangan. Hal ini mencakup kepatuhan terhadap safeguard dan mempersiapkan proyek untuk audit eksternal.
- Mendukung perencanaan dan proyeksi keuangan jangka menengah dan panjang; memberikan saran kepada PM terkait aspek keuangan.
Manajemen tim
- Memberikan orientasi keuangan kepada staf terkait SOP dan kontrol; mendukung pengisian timesheet, uang muka, dan pertanggungjawaban.
- Memberikan dukungan kepada staf terkait pelaporan internal dan eksternal sesuai dengan kebijakan dan prosedur keuangan Kemitraan.
Manajemen keuangan
- Menyusun BvA, proyeksi, dan laporan keuangan donor; melatih mitra terkait penganggaran, pelaporan, dan kepatuhan. Penguatan kapasitas meningkatkan kinerja mitra dan mengurangi risiko keuangan.
- Memvalidasi bukti transaksi, dokumen pendukung, dan laporan mitra; menjaga dokumentasi untuk kesiapan audit. Dokumentasi yang kuat mendukung transparansi dan akuntabilitas.
Pengadaan
- Memverifikasi ketersediaan anggaran dan pengkodean; meninjau ketentuan keuangan dalam kontrak dan jadwal pembayaran. Memastikan persyaratan pajak, pemotongan, dan kepatuhan terpenuhi serta mendukung audit pengadaan dengan dokumentasi keuangan.
Hasil yang Diharapkan
- Anggaran rinci yang disetujui dengan struktur pengkodean dan rencana arus kas. Dokumen ini menjadi panduan pengeluaran dan memastikan ketersediaan dana saat dibutuhkan.
- Laporan BvA bulanan dengan narasi deviasi dan proyeksi bergulir tiga bulan. Narasi menjelaskan faktor penyebab dan mengusulkan tindakan korektif.
- Berkas keuangan siap audit dan jadwal pendukung, termasuk laporan mitra yang telah divalidasi. Berkas tersusun rapi, lengkap, dan sesuai dengan persyaratan donor.
Indikator Kinerja Utama (KPI)
- Akurasi BvA dan proyeksi. Target: deviasi proyeksi bulanan dalam rentang ±10% pada tingkat hibah.
- 100% penyampaian paket laporan keuangan bulanan tepat waktu; tanpa temuan audit berisiko tinggi.
- <≤10 hari kerja rata-rata siklus pertanggungjawaban; kelengkapan dokumen pembayaran kontrak (≥95%).
Kompetensi
Kompetensi inti
- Integritas dan akuntabilitas: bertindak sesuai nilai organisasi, memenuhi komitmen, dan menjaga kerahasiaan.
- Orientasi hasil: fokus pada hasil, mampu memprioritaskan secara efektif, dan menindaklanjuti tindakan yang disepakati.
- Kolaborasi dan komunikasi: membangun hubungan kerja yang positif dan berkomunikasi secara jelas dalam berbagai situasi.
- Pembelajaran dan adaptabilitas: mencari umpan balik, beradaptasi terhadap perubahan, dan menerapkan pembelajaran untuk meningkatkan kinerja.
Kompetensi Teknis
- Penganggaran dan pelaporan donor: menyusun anggaran dan laporan keuangan yang sesuai ketentuan.
- Pengendalian internal dan kesiapan audit: merancang dan menegakkan standar dokumentasi.
- Analisis keuangan dan proyeksi: melakukan BvA, narasi deviasi, dan proyeksi arus kas.
Kualifikasi
- Minimal 5 tahun pengalaman dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan yang didanai donor.
- Berpengalaman dalam penganggaran, BvA, audit, dan pengawasan keuangan mitra.
- Gelar Sarjana di bidang akuntansi, keuangan, atau bidang terkait; sertifikasi profesional (misalnya CPA, CA) menjadi nilai tambah.
- Fasih berbahasa Inggris dan Bahasa Indonesia (lisan dan tulisan).
Cara Melamar
Kandidat yang berminat diundang untuk mengajukan lamaran, termasuk CV dan surat lamaran yang menguraikan pengalaman yang relevan pada tombol di bawah ini sebelum tanggal 7 April 2026. Hanya pelamar yang masuk dalam daftar pendek yang akan dihubungi untuk proses seleksi selanjutnya.