Penjaringan Minat Tenaga Ahli dan Staf Proyek Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) | Kalimantan Timur & Riau

Tentang Program

Proyek Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) merupakan program Pemerintah Indonesia untuk mendukung implementasi kebijakan pengelolaan ekosistem mangrove berkelanjutan, konservasi secara menyeluruh, serta penguatan platform koordinasi multisektor, baik di tingkat nasional maupun daerah. Program ini juga mendorong pelibatan pemangku kepentingan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan sektor swasta guna mewujudkan tata kelola ekosistem mangrove yang terpadu, efektif, dan berkeadilan.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, pelestarian mangrove diharapkan tidak hanya mendukung perlindungan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat pesisir yang bergantung pada sumber daya tersebut.

Proyek M4CR bekerja di tingkat akar rumput menggunakan pendekatan pembangunan desa partisipatif yang berupaya mendorong pengelolaan mangrove yang berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar mangrove melalui pengembangan Desa Pengelolaan Mangrove (Desa Mandiri Peduli Mangrove – DMPM).

KEMITRAAN akan mengikuti proses seleksi paket pekerjaan untuk pelaksanaan Proyek M4CR, khususnya pada komponen Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM) di wilayah Kalimantan Timur dan Riau. Sehubungan dengan hal tersebut, KEMITRAAN membuka penjaringan minat bagi calon tenaga ahli dan staf yang berminat untuk terlibat dalam pelaksanaan proyek ini.

Tujuan Penjaringan

Penjaringan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandidat potensial yang memiliki kompetensi dan pengalaman relevan guna mendukung pelaksanaan program DMPM secara efektif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Lokasi Penugasan

  • Kalimantan Timur
  • Riau

Posisi yang Dibutuhkan

A. Level Manajerial dan Tenaga Ahli

  • Project Manager / Team Leader / Koordinator
  • Village Development Expert
  • Participatory Mapping Expert
  • Non-Litigation Expert / Mediator
  • Social Forestry and Tenurial Expert

B. Level Asisten Teknis

  • Public Policy Assistant
  • Village Document Assistant
  • GIS Assistant

C. Level Operasional dan Pendukung

  • Secretary
  • Admin Staff
  • Institutional Staff
  • Supporting Staff

Ruang Lingkup Umum Pekerjaan

  • Memfasilitasi perencanaan dan pelaksanaan program DMPM di tingkat desa
  • Mendukung integrasi rehabilitasi mangrove ke dalam dokumen perencanaan pembangunan desa
  • Melaksanakan pendampingan masyarakat dan penguatan kelembagaan desa
  • Melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan di tingkat lokal dan nasional
  • Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan standar proyek

Kualifikasi Umum

  • Pendidikan minimal sesuai dengan posisi yang dilamar (SMA/D3/S1/S2)
  • Memiliki pengalaman kerja relevan sesuai bidang (minimal 1–5 tahun tergantung posisi)
  • Memiliki kemampuan komunikasi, koordinasi, dan kerja tim yang baik
  • Memahami isu pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, dan/atau pengelolaan sumber daya alam
  • Bersedia bekerja di lokasi penugasan
  • Tidak sedang terikat kontrak kerja dengan instansi lain

Nilai Tambah

  • Berdomisili atau berasal dari wilayah Kalimantan Timur atau Riau
  • Memiliki pengalaman bekerja pada proyek pemerintah atau organisasi non-pemerintah
  • Memiliki sertifikasi atau portofolio yang relevan dengan posisi yang dilamar

Cara Melamar

Kandidat yang berminat dipersilakan untuk menyampaikan:

  • Surat Pernyataan Minat (Expression of Interest)
  • Curriculum Vitae (CV) terbaru

Batas waktu pengiriman lamaran: Selasa, 7 April 2026

Informasi lebih lanjut mengenai rincian posisi, tanggung jawab, dan kualifikasi dapat dilihat pada dokumen Terms of Reference (ToR) yang terlampir di bawah ini.

Lamar Sekarang

2016

Pada bulan Maret 2016, KEMITRAAN menerima akreditasi internasional dari Adaptation Fund. Dewan Adaptation Fund, dalam pertemuannya yang ke-27, memutuskan untuk mengakreditasi KEMITRAAN sebagai National Implementing Entity (NIE) dari Adaptation Fund. KEMITRAAN menjadi lembaga pertama dan satu-satunya lembaga Indonesia yang terakreditasi sebagai NIE Adaptation Fund di Indonesia.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

 

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

 

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.

2000-2003

KEMITRAAN memainkan peran krusial dalam mendukung pengembangan undang-undang untuk membentuk KPK. Hal ini diikuti dengan langkah mendukung Pemerintah dan DPR dalam memilih calon komisioner yang kompeten dan juga mendukung kelompok masyarakat sipil untuk mengawasi secara kritis proses seleksinya. Setelah komisioner ditunjuk, mereka meminta KEMITRAAN untuk membantu mendesain kelembagaan dan rekrutmen awal KPK, serta memainkan peran sebagai koordinator donor. Sangat jelas bahwa KEMITRAAN memainkan peran kunci dalam mendukung KPK untuk mengembangkan kapasitas dan strategi yang diperlukan agar dapat bekerja seefektif mungkin.

2003

Pada tahun 2003, KEMITRAAN menjadi badan hukum yang independen yang terdaftar sebagai Persekutuan Perdata Nirlaba. Pada saat itu, KEMITRAAN masih menjadi program yang dikelola oleh UNDP hingga akhir tahun 2009. Sejak awal tahun 2010, KEMITRAAN mengambil alih tanggung jawab dan akuntabilitas penuh atas program-program dan perkembangannya.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.