Workshop Peran Politisi Muda dalam Partai Politik dan Parlemen di Indonesia

06 Dec 2018

Jakarta, 6 Desember 2018. Kemitraan untuk Pembaruan Pemerintahan hari ini menyelenggaarakan kegiatan Workshop bersama Akademisi, Praktisi, dan CSO dengan tema Peran Politisi Muda dalam Partai Politik dan Parlemen di Indonesia. Workshop ini diselenggarakan di Jakarta dengan tujuan untuk mengidentifikasi peran Politisi Muda (Kader Partai) di dalam proses pembuatan kebijakan serta mengidentifikasi enabling environment bagi politisi muda untuk berperan aktif di dalam proses perumusan atau posisi partai terhadap suatu usulan kebijakan.

Workshop ini diikuti oleh para politisi muda, akademisi, praktisi, dan juga LSM, dan yang menjadi narasumber adalah Prof. Ramlan Surbakti (Guru besar bidang keilmuan politik FISIP Universitas Airlangga – Surabaya) serta difasilitatori oleh Dr. Abdul Ghaffar Karim dari Universitas Gadjah Mada – Yogyakarta.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan bekerja sama dengan Netherlands Institute for Multiparty Democracy (NIMD) dalam payung program INSPIRE (Initiative for Network Strengthening of Young Politicians to Improve Representation and Political Empowerment). INSPIRE adalah sebuah program yang telah dilaksanakan sejak tahun 2016 dengan tujuan untuk memperkuat demokrasi deliberatif di Indonesia melalui proses-proses dialog lintas partai yang melibatkan para politisi muda anggota DPR RI, pimpinan partai dan masyarakat sipil. Program INSPIRE telah fokus dalam pelibatan politisi muda di Parlemen karena jumlah pemuda yang ikut terjun dalam politik semakin meningkat setiap periodenya. Berdasarkan data dari Formappi, pada periode 2014-2019 terdapat 560 anggota DPR yang menduduki kursi parlemen,yang mana 2,7% dari jumlah tersebut berusia 20-30 tahun dan usia 31-40 tahun mencapai 14,5%. Tingginya antusiasme pemuda untuk ikutserta dalam politik ini, juga seharusnya berkontribusi dalam menambah tingginya idealisme di dalam politik di Indonesia. Pemuda sebagai agen perubahan dengan semangat pembaharuan akan membentuk Parlemen yang modern. Namun begitu, dengan meningkatnya jumlah politisi muda di Parlemen, ternyata tidak serta merta dapat mentransformasi institusi seperti DPR RI dimana dinamika politik, elit, dan kekuasaan yang masih sangat kuat.

Dari workshop ini diharapkan akan dapat tergali opini-opini dari para ahli, akademisi, dan praktisi politik untuk dapat menilai sejauh mana peran politisi muda di dalam Partai Politik dan Parlemen. [sL]