Project Finance & Grant Officer – PARTISIPASI Project

Duration of Contract 6 months with possible extension 
Direct Supervisor Program Manager – Democracy, Justice and Public Service 

About Position

KEMITRAAN – Partnership for Governance Reform in Indonesia is seeking an experienced and qualified Project Finance & Grant Officer to support the effective financial management, grant administration, and accountability of the PARTISIPASI: Strengthening Civic Space and Citizen Engagement in Indonesia project.

KEMITRAAN has been selected as a Core Group Partner (CGP) under the Indonesia Democratic Participation Program (Partisipasi), funded by the Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT). The four-year program, running from July 2026 to May 2030, is convened by The Asia Foundation (TAF) and works to strengthen the consolidation of the democratic movement in Indonesia.

Reporting directly to the Program Manager – Democracy, Justice and Public Service, the Project Finance & Grant Officer will be responsible for financial monitoring and audit, financial report verification, procurement administration, due diligence, sub-award management, cash management, and tax administration. The position will ensure transparent and accountable utilization of project resources in accordance with KEMITRAAN policies, procedures, and donor requirements.

Key Responsibilities

The position will be responsible for:

  • Developing and implementing internal control frameworks and risk management strategies for project implementation, financial transactions, and grants management.
  • Identifying and preventing potential non-compliance related to programme activities, procurement, payroll, financial transactions, and grants.
  • Supporting financial management, analysis, forecasting, reporting, and compliance with KEMITRAAN rules, SOPs, Safeguards, and donor policies.
  • Reviewing grantee financial proposals and supporting pre-award assessments, due diligence, grant contracting, implementation, monitoring, audit, and closing processes.
  • Verifying financial reports and supporting documents submitted by grantees and following up on issues prior to payment or fund disbursement.
  • Preparing consolidated monthly, quarterly, and annual financial reports for KEMITRAAN management and the donor (DFAT/TAF).
  • Monitoring grant disbursements, cash advances, and the financial performance of partners and third parties.
  • Maintaining financial transaction and grant management databases and ensuring complete and audit-ready grant documentation.
  • Facilitating project and grantee audits, including audit scheduling, preparation of supporting documents, coordination with auditors and grantees, and follow-up on audit findings.
  • Assessing partner financial capacity and supporting capacity building, financial administration coaching, and technical assistance for grantees.
  • Supporting procurement processes and ensuring compliance with KEMITRAAN and donor procurement rules and procedures.
  • Contributing to programme development and budget formulation for concept notes and proposals.

Qualifications

Education

  • Minimum Bachelor’s Degree (S1) in Accounting, Finance, Administration, Economics, or other related fields.
  • Diploma III (D3) with substantial relevant experience may be considered.

Professional Experience

  • Minimum 5–7 years of professional experience in finance, accounting, and financial administration, preferably within international CSOs/NGOs, UN agencies, or donor-funded development projects.
  • Minimum 3 years of substantial experience in sub-grant management, project financial monitoring, and partner capacity building.
  • Demonstrated experience in project audits and establishing internal financial control mechanisms.
  • Competence in financial software, Microsoft Excel, data warehouse maintenance, and physical/digital archiving systems.

Required Skills and Competencies

  • Strong analytical, problem-solving, planning, organizational, and time-management skills.
  • Strong attention to detail, integrity, discretion, and sound judgment.
  • Excellent interpersonal and stakeholder management skills, including the ability to work effectively with project teams, donors, and local partners.
  • Ability to work independently and collaboratively under pressure and tight deadlines.
  • Strong computer literacy, particularly in Microsoft Excel and financial software.
  • Effective written and oral communication skills in Bahasa Indonesia and English.

How to Apply

Interested and qualified candidates are invited to submit their application through the button below. Please ensure that your application demonstrates how your qualifications and professional experience meet the requirements of the position.

Lamar Sekarang

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

 

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

 

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.

2000-2003

KEMITRAAN memainkan peran krusial dalam mendukung pengembangan undang-undang untuk membentuk KPK. Hal ini diikuti dengan langkah mendukung Pemerintah dan DPR dalam memilih calon komisioner yang kompeten dan juga mendukung kelompok masyarakat sipil untuk mengawasi secara kritis proses seleksinya. Setelah komisioner ditunjuk, mereka meminta KEMITRAAN untuk membantu mendesain kelembagaan dan rekrutmen awal KPK, serta memainkan peran sebagai koordinator donor. Sangat jelas bahwa KEMITRAAN memainkan peran kunci dalam mendukung KPK untuk mengembangkan kapasitas dan strategi yang diperlukan agar dapat bekerja seefektif mungkin.

2016

Pada bulan Maret 2016, KEMITRAAN menerima akreditasi internasional dari Adaptation Fund. Dewan Adaptation Fund, dalam pertemuannya yang ke-27, memutuskan untuk mengakreditasi KEMITRAAN sebagai National Implementing Entity (NIE) dari Adaptation Fund. KEMITRAAN menjadi lembaga pertama dan satu-satunya lembaga Indonesia yang terakreditasi sebagai NIE Adaptation Fund di Indonesia.

2003

Pada tahun 2003, KEMITRAAN menjadi badan hukum yang independen yang terdaftar sebagai Persekutuan Perdata Nirlaba. Pada saat itu, KEMITRAAN masih menjadi program yang dikelola oleh UNDP hingga akhir tahun 2009. Sejak awal tahun 2010, KEMITRAAN mengambil alih tanggung jawab dan akuntabilitas penuh atas program-program dan perkembangannya.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.