Junior Knowledge and Data Officer

Job code title:Junior Knowledge and Data Officer
Department:SGC
Report to:Project Team Leader and MEL Specialist
Advertisement Period:25 May 2026 – 06 June 2026

We are seeking a motivated and detail-oriented Junior Knowledge and Data Officer to support the implementation of the second phase of the Enhancing Access to Benefits while Lowering Emissions (EnABLE) Project. The position will play an important role in supporting data management, project documentation, monitoring processes, and knowledge organization to ensure effective and evidence-based project implementation.

The successful candidate will work closely with the Project Team Leader, MEL Specialist, Project Officers, and technical teams to maintain organized project data, support reporting processes, and strengthen documentation practices across project components.

Key Responsibilities

Data Management Support

  • Assist in collecting, compiling, and organizing quantitative and qualitative project data
  • Support data entry, cleaning, and validation processes
  • Maintain project databases using Excel, Google Sheets, or other systems
  • Support tracking of project indicators and outputs

Knowledge and Documentation Support

  • Organize and archive project documents in designated folders and internal systems
  • Maintain proper documentation of reports, project outputs, and FGRM updates
  • Support documentation of lessons learned and project activities

Monitoring and Reporting Support

  • Assist in preparing inputs for monthly, quarterly, and annual reports
  • Support consolidation of data across project components
  • Ensure consistency between project data and narrative reporting

Data Visualization and Communication Support

  • Prepare basic charts, tables, and data summaries
  • Support development of presentation materials, briefs, and summaries

Qualifications

Educational Background

  • Bachelor’s degree in Data Science, Statistics, Environmental Studies, Development Studies, or other related fields

Experience

  • Minimum 2 years of relevant experience
  • Experience in data handling, research assistance, or administrative support is an advantage
  • Familiarity with development projects or NGO environments is a plus

Skills and Competencies

  • Basic data management skills using Excel and Google Sheets
  • Strong attention to detail and organizational skills
  • Basic analytical and problem-solving abilities
  • Ability to support report preparation and documentation
  • Good written and verbal communication skills in Bahasa Indonesia and English
  • Proficiency in Microsoft Office (Excel, Word, PowerPoint)
  • Ability to work collaboratively within a team

Personal Attributes

  • Detail-oriented and proactive
  • Willingness to learn and grow
  • High integrity and accountability
  • Sensitivity to inclusion issues, including gender, disability, and Indigenous Peoples

Contract Duration

The consultancy is expected to last for 6 months, with the possibility of extension based on project needs and consultant performance.

How to Apply

Interested candidates are encouraged to submit their application, including:

  • CV/Resume
  • Cover Letter
  • Relevant supporting documents

Please send your application before 6 June 2026.

Additional Information

For more detailed information regarding the scope of work, qualifications, and deliverables, please refer to the complete Terms of Reference (TOR) provided below.

Lamar Sekarang

2016

Pada bulan Maret 2016, KEMITRAAN menerima akreditasi internasional dari Adaptation Fund. Dewan Adaptation Fund, dalam pertemuannya yang ke-27, memutuskan untuk mengakreditasi KEMITRAAN sebagai National Implementing Entity (NIE) dari Adaptation Fund. KEMITRAAN menjadi lembaga pertama dan satu-satunya lembaga Indonesia yang terakreditasi sebagai NIE Adaptation Fund di Indonesia.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

 

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

 

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.

2000-2003

KEMITRAAN memainkan peran krusial dalam mendukung pengembangan undang-undang untuk membentuk KPK. Hal ini diikuti dengan langkah mendukung Pemerintah dan DPR dalam memilih calon komisioner yang kompeten dan juga mendukung kelompok masyarakat sipil untuk mengawasi secara kritis proses seleksinya. Setelah komisioner ditunjuk, mereka meminta KEMITRAAN untuk membantu mendesain kelembagaan dan rekrutmen awal KPK, serta memainkan peran sebagai koordinator donor. Sangat jelas bahwa KEMITRAAN memainkan peran kunci dalam mendukung KPK untuk mengembangkan kapasitas dan strategi yang diperlukan agar dapat bekerja seefektif mungkin.

2003

Pada tahun 2003, KEMITRAAN menjadi badan hukum yang independen yang terdaftar sebagai Persekutuan Perdata Nirlaba. Pada saat itu, KEMITRAAN masih menjadi program yang dikelola oleh UNDP hingga akhir tahun 2009. Sejak awal tahun 2010, KEMITRAAN mengambil alih tanggung jawab dan akuntabilitas penuh atas program-program dan perkembangannya.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.

2020

Perjanjian ini ditandatangani antara Green Climate Fund (GCF) dan KEMITRAAN. Perjanjian ini meresmikan akuntabilitas KEMITRAAN dalam melaksanakan proyek-proyek yang disetujui oleh GCF.

Untuk diketahui, GCF adalah dana khusus terbesar di dunia yang membantu negara-negara berkembang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan mereka dalam merespons perubahan iklim.

Dana ini dihimpun oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada tahun 2010. GCF memiliki peran penting dalam mewujudkan Perjanjian Paris, yakni mendukung tujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata di bawah 2 derajat celsius.

1999-2000

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan, atau KEMITRAAN, didirikan pada tahun 2000 setelah berlangsungnya pemilihan umum pertama di Indonesia yang bebas dan adil pada tahun 1999. Pemilu bersejarah ini merupakan langkah penting dalam upaya Indonesia keluar dari masa lalu yang otoriter menuju masa depan yang demokratis. KEMITRAAN didirikan dari dana perwalian multi-donor dan dikelola oleh United Nations Development Programme (UNDP) dengan mandat untuk memajukan reformasi tata kelola pemerintahan di Indonesia.