Adaptation Fund Project - Payo Payo

23 Dec 2020 - 31 Dec 2022

Adaptasi Perubahan Iklim Melalui Tata Kelola DAS Terintegrasi Berkelanjutan pada Masyarakat Adat Kawasan Adat Ammatoa Kajang di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan.

 

GAMBARAN

Masyarakat Adat Ammatoa Kajang menempati wilayah adat seluas 22.592,87 hektar yang terletak di 4 kecamatan, meliputi 36 desa, dengan jumlah penduduk 48.411 jiwa (BPS Bulukumba, 2016). Kawasan ini terdiri dari tiga lanskap DAS (Daerah Aliran Sungai), yaitu: DAS Baonto, Apparang, dan Raowa. Akibat dampak perubahan iklim, kawasan tersebut mengalami permasalahan berupa:

  • Banjir
  • Krisis/kekeringan air     
  • Intrusi air laut
  • Tanah longsor 

Secara keseluruhan, risiko dan bahaya di wilayah adat Masyarakat Adat Kawasan Adat Ammatoa Kajang terhadap dampak perubahan iklim telah mempengaruhi 22.592,87 Ha, yang terletak di 4 kecamatan, meliputi 36 desa dan mempengaruhi 48.925 penduduk di wilayah tersebut. Dengan perkiraan kerugian : dari banjir Rp. 6.314.000.000 per tahun, kekeringan Rp. 64.016.000.000, dan intrusi air laut Rp. 28.280.000.000. Totalnya, Rp. 98.610.000.000 per tahun.

 

SASARAN 

Secara keseluruhan, tujuan utama adalah untuk meningkatkan ketahanan iklim dan membangun kapasitas adaptif terhadap perubahan iklim bagi masyarakat rentan melalui tata kelola DAS terintegrasi yang berkelanjutan di Masyarakat Adat Kawasan Adat Ammatoa Kajang di Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan.

 

LOKASI

14 Desa lokasi program dipilih dengan mempertimbangkan aspek keterpaduan (Sumber, Jalur dan Penerima) 3 DAS di Masyarakat Adat Kawasan Adat Ammatoa Kajang Kabupaten Bulukumba yaitu DAS Raowa (4.431 Ha), DAS Apparang (23.594 Ha) dan DAS Baonto (9.930 Ha).

 

Status: Manajer Hibah

Didanai oleh: Adaptation Fund

Mitra/Pelaksana: PERKUMPULAN PAYO PAYO; OASE (Organisasi tentang isu-isu Sosial dan Lingkungan)

Durasi: 23 Des 2020 – 31 Des 2022

Anggaran: USD$ 1.125.015

Dikelola oleh: Unit Sustainable Governance Strategic (SGS)