Upaya Desa Talio Muara Lawan Karhutla

18 Apr 2022
Dok. Kemitraan

Desa Talio Muara secara administratif terletak di Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, dengan luas wilayah 1.730 Ha dan terdiri dari 2 pedukuhan, yakni Sido Mulyo dan Madu Sari yang dapat dikelompokkan dalam wilayah 4 Rukun Warga (RW) dan 30 Rukun Tetangga (RT). Jumlah penduduk desa Talio Muara sebanyak 2.459 orang, terdiri dari laki-laki 1.244 dan perempuan 1.215. Rata-rata berpenghasilan dari petani sawah, petani sawit, pekebun sayuran dan lain-lain.

Desa Talio Muara rawan dihinggapi Karhutla, karena hampir seluruh lahan tersebut adalah gambut. Faktor penyebabnya bermacam-macam, diantaranya kelalaian masyarakat petani yang kebiasaan membakar lahan dan kiriman dari desa tetangga seperti Gandang Barat, Dandang dan beberapa desa disekitarnya. Namun, tingkat kesadaran masyarakat mulai tinggi pasca kebakaran tahun 2015 dan 2019 di desanya. Kesadaran ini diwujudkan oleh pemerintah desa dan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Talio Muara, salah satunya melalui penggunaan anggaran dana desa untuk program pencegahan Karhutla.

Menurut Kasi Pemerintah Desa Talio Muara, Uci Nurdiyanto, pemerintah desa dan MPA berkomitmen menjaga wilayahnya dari api, diantaranya melalui terbitnya peraturan desa yang menjadi landasan untuk kegiatan-kegiatan MPA sejak tahun 2019 terkait pencegahan bencana, khususnya Karhutla. Desa telah rutin menganggarkan dana desa, dan tahun 2021, desa sanggup menganggarkan 15 juta untuk membeli mesin penyiram kebakaran.

Namun demikian, dalam pelaksanaannya Desa Talio Muara juga mengalami kendala pada saat mencegah api. Terdapat beberapa kendala, pertama jarak titik api dengan air cukup jauh sehingga membuat kami kesusahan pada saat pemadaman kebakaran.

Kedua, kebiasaan masyarakat yang masih tidak peduli aturan pemerintah untuk melarang membakar lahan dan hutan. Ketiga, di tahun-tahun sebelumnya belum ada kerja sama antar desa. Padahal rena seringkali kebakaran terjadi di desa lain yang berimbas di desa kami. Belum ada sinkronisasi antara desa kami dengan desa tetangga. Kedepannya, kami berupaya untuk menerbitkan perdes kerja sama terkait  pencegahan Karhutla.

Selain BRGM, Uci juga menyebut desanya mendapat bantuan dari KEMITRAAN dan pemerintah kabupaten. Salah satunya pelatihan untuk peningkatan kapasitas MPA desa Talio Muara dan desa sekitar. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menciptakan kolaborasi dalam pencegahan Karhutla di antara desa-desa sekitar. 

Untuk mendukung langkah tersebut, saat ini desanya sedang menyusun Perdes kerja sama antar desa dalam pencegahan Karhutla. Kedepan pemerintah desanya berharap, pencegahan Karhutla ini semakin baik, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kami inginkan yang dapat merugikan masyarakat itu sendiri ataupun alam.  

Sementara itu, Pak Parwito dan Pak Samaji selaku anggota MPA Desa Talio Muara mengapresiasi pelatihan dan bantuan lain yang telah diberikan KEMITRAAN kepada kelompoknya. Materi pelatihan yang mereka berdua dapatkan antara lain pengoperasian alat, pembasahan lahan dan pencegahan saat ada musibah kebakaran.

Kelompok MPA yang saat ini beranggotakan 17 orang semakin rutin melakukan kegiatan pencegahan kebakaran, terlebih setelah ada penambahan alat yang diberikan oleh KEMITRAAN dan pelatihan-pelatihannya.

Dengan dukungan dari Pemerintah Desa, pelatihan dan mesin pemadaman dari KEMITRAAN, mereka berharap kedepannya masalah Karhutla di Desa Talio Muara semakin berkurang, dan terus memberikan sosialisasi bagi masyarakat Desa Talio Muara supaya supaya kasus Karhutla terus berkurang.