Menjalin Relasi Media sebagai Upaya Memperluas Jangkauan Organisasi

07 Jun 2022
Dok. Kemitraan

Kecanggihan teknologi dengan memanfaatkan media sosial sebagai media komunikasi sangat penting dalam menjalin relasi serta memperluas jangkauan organisasi. Berbagai macam platform media digital memudahkan masyarakat memperoleh berita lewat telepon genggam.

Meskipun media sosial marak di tengah masyarakat, media tradisional juga masih digunakan untuk menyebarkan suatu berita. Hal ini dianggap penting agar berita yang dibuat dapat menjangkau lebih luas masyarakat dari berbagai kalangan. 

“Kebiasaan masyarakat saat ini adalah mudah membagikan informasi yang didapat. Hal ini menguntungkan organisasi untuk menyebarkan praktik baik yang telah dilakukan dari satu platform ke platform yang lain,” ungkap Agnes Karina, Konsultan Maverick saat training internal KEMITRAAN bertemakan media relations, Kamis 14 April 2022.

Dalam pemanfaatan media sosial agar lebih masif, organisasi atau komunitas punya banyak cara yang menguntungkan, seperti berkolaborasi dengan organisasi atau komunitas lain atau KOL (Key Opinion Leader) atau influencer, menggunakan mainstream media, atau portal online. 

Seiring dengan keuntungan yang bisa didapat di era digital, tantangannya pun semakin besar. Banyak media yang akhirnya gulung tikar karena tidak mampu beradaptasi dengan kebiasaan baru masyarakat. Sehingga, semakin sedikit pengunjung yang mengakses media organisasi, semakin kurang memberikan kesan menarik pada media tersebut. 

Selama pelatihan ini, Agnes juga memberikan cara untuk meningkatkan partisipasi publik dalam mengikuti kegiatan virtual atau hybrid dan manajemen data agar menciptakan relasi yang berkelanjutan. Tak hanya itu, Agnes juga memaparkan peran penting jurnalisme sebagai salah satu sumber berita. 

Saat diskusi berlangsung, Belinda selaku peserta dari unit Democratic, Justice and Governance Reform mengiyakan bahwa, “Bekerja sama dengan jurnalis muda seperti Narasi dapat membantu organisasi dalam menyebarluaskan praktik baiknya pada isu tertentu yang relevan, misalnya tentang anak muda.”

Namun, ada kendala juga yang perlu diantisipasi, seperti yang disampaikan Shabrina salah satu tim Komunikasi KEMITRAAN, “Seringkali pesan yang ingin disampaikan organisasi dengan yang dihasilkan media berbeda, tetapi media tidak mengizinkan organisasi untuk merevisinya.”

Belum lagi terkait penyampaian isi berita yang keliru. “Dalam pengambilan berita, organisasi perlu waspada dalam memproses data karena salah satu teknik wartawan yakni TikPet (Ngetik Cepat) di satu sisi dapat menguntungkan dan merugikan organisasi. Jika tidak dikelola oleh orang yang kompeten dan kredibel, maka esensinya akan keluar dari konteks,” tambah Agnes. 

Pelatihan Media Relations ini diharapkan dapat menyebarkan informasi mengenai kerja-kerja KEMITRAAN kepada kalangan media yang lebih luas dan tepat sasaran.