{"id":8202,"date":"2024-11-28T11:46:55","date_gmt":"2024-11-28T04:46:55","guid":{"rendered":"https:\/\/kemitraan.or.id\/?post_type=media-coverage&#038;p=8202"},"modified":"2024-12-31T16:44:14","modified_gmt":"2024-12-31T09:44:14","slug":"regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham","status":"publish","type":"media-coverage","link":"https:\/\/kemitraan.or.id\/en\/media-coverage\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\/","title":{"rendered":"Regulasi Perlindungan Belum Optimal Berdampak Kekerasan pada Pembela HAM"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/WhatsApp-Image-2024-11-28-at-20.42.07.jpeg-1024x683.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-8203\" srcset=\"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/WhatsApp-Image-2024-11-28-at-20.42.07.jpeg-1024x683.webp 1024w, https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/WhatsApp-Image-2024-11-28-at-20.42.07.jpeg-300x200.webp 300w, https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/WhatsApp-Image-2024-11-28-at-20.42.07.jpeg.webp 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>ANTARA &#8211; <\/strong>Jakarta (ANTARA) &#8211; Direktur Eksekutif Kemitraan Laode M Syarif mengatakan bahwa kekerasan masih kerap terjadi pada pembela HAM karena regulasi pelindungan pembela HAM yang belum optimal.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kekerasan aparat terhadap pembela HAM, aktivis perempuan, aktivis lingkungan itu selalu ada, apalagi jika secara kebijakan belum ada perlindungan hukum bagi pembela HAM,&#8221; kata Laode M. Syarif dalam acara diskusi publik bertajuk &#8220;Perempuan Pembela HAM: Meneguhkan Solidaritas dan Gerakan Perempuan di ASEAN&#8221;, di Jakarta, Kamis.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Laode M Syarif, perlindungan terhadap pembela HAM, khususnya perempuan pembela HAM, masih rendah.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Masih banyak orang yang dikriminalisasi, padahal mereka hanya memperjuangkan kehidupan-kehidupan mereka. Walaupun undang-undang menjamin, tapi implementasinya masih terlalu jauh,&#8221; kata mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani. Ia mengatakan ancaman atau bahkan serangan terhadap perempuan pembela HAM dari aktor negara dan non-negara menunjukkan keberadaan perempuan pembela HAM yang belum diakui.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal semestinya negara mengakui eksistensi dan melindungi kerja-kerja advokasi perempuan pembela HAM dengan memberikan regulasi pelindungan dalam membentuk peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ancaman terhadap perempuan pembela HAM yang berasal dari aktor negara maupun non-negara ini terjadi dalam berbagai ruang, sehingga penting mengakui keberanian dan juga kegigihan perempuan pembela HAM dengan disertai upaya kolektif untuk mendukung dan memberikan perlindungan yang lebih baik,&#8221; ujar Andy Yentriyani.<\/p>\n\n\n\n<p>Diskusi publik ini bertujuan untuk memetakan hambatan dan tantangan dalam advokasi kerja-kerja perempuan pembela HAM, sekaligus ingin memetakan solidaritas dan upaya-upaya yang bisa dibangun oleh para perempuan pembela HAM di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/4499453\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\">https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/4499453\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTARA &#8211; Jakarta (ANTARA) &#8211; Direktur Eksekutif Kemitraan Laode M Syarif mengatakan bahwa kekerasan masih kerap terjadi pada pembela HAM karena regulasi pelindungan pembela HAM yang belum optimal. &#8220;Kekerasan aparat terhadap pembela HAM, aktivis perempuan, aktivis lingkungan itu selalu ada, apalagi jika secara kebijakan belum ada perlindungan hukum bagi pembela HAM,&#8221; kata Laode M. Syarif <a href=\"https:\/\/kemitraan.or.id\/en\/media-coverage\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\/\" class=\"more-link\">&#8230;<span class=\"screen-reader-text\">  Regulasi Perlindungan Belum Optimal Berdampak Kekerasan pada Pembela HAM<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"featured_media":8203,"template":"","categories":[15],"class_list":["post-8202","media-coverage","type-media-coverage","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","category-demokrasi-inklusif"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Regulasi Perlindungan Belum Optimal Berdampak Kekerasan pada Pembela HAM - KEMITRAAN<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kemitraan.or.id\/media-coverage\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Regulasi Perlindungan Belum Optimal Berdampak Kekerasan pada Pembela HAM - KEMITRAAN\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"ANTARA &#8211; Jakarta (ANTARA) &#8211; Direktur Eksekutif Kemitraan Laode M Syarif mengatakan bahwa kekerasan masih kerap terjadi pada pembela HAM karena regulasi pelindungan pembela HAM yang belum optimal. &#8220;Kekerasan aparat terhadap pembela HAM, aktivis perempuan, aktivis lingkungan itu selalu ada, apalagi jika secara kebijakan belum ada perlindungan hukum bagi pembela HAM,&#8221; kata Laode M. Syarif ... Regulasi Perlindungan Belum Optimal Berdampak Kekerasan pada Pembela HAM\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kemitraan.or.id\/media-coverage\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KEMITRAAN\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-31T09:44:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/WhatsApp-Image-2024-11-28-at-20.42.07.jpeg.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/media-coverage\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\/\",\"url\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/media-coverage\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\/\",\"name\":\"Regulasi Perlindungan Belum Optimal Berdampak Kekerasan pada Pembela HAM - KEMITRAAN\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/media-coverage\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/media-coverage\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/WhatsApp-Image-2024-11-28-at-20.42.07.jpeg.webp\",\"datePublished\":\"2024-11-28T04:46:55+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-31T09:44:14+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/media-coverage\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kemitraan.or.id\/media-coverage\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/media-coverage\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/WhatsApp-Image-2024-11-28-at-20.42.07.jpeg.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/WhatsApp-Image-2024-11-28-at-20.42.07.jpeg.webp\",\"width\":1200,\"height\":800},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/media-coverage\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Regulasi Perlindungan Belum Optimal Berdampak Kekerasan pada Pembela HAM\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/\",\"name\":\"KEMITRAAN\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/#organization\",\"name\":\"KEMITRAAN\",\"url\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Logo-Kemitraan-Hitam.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Logo-Kemitraan-Hitam.png\",\"width\":2705,\"height\":2037,\"caption\":\"KEMITRAAN\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Regulasi Perlindungan Belum Optimal Berdampak Kekerasan pada Pembela HAM - KEMITRAAN","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kemitraan.or.id\/media-coverage\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Regulasi Perlindungan Belum Optimal Berdampak Kekerasan pada Pembela HAM - KEMITRAAN","og_description":"ANTARA &#8211; Jakarta (ANTARA) &#8211; Direktur Eksekutif Kemitraan Laode M Syarif mengatakan bahwa kekerasan masih kerap terjadi pada pembela HAM karena regulasi pelindungan pembela HAM yang belum optimal. &#8220;Kekerasan aparat terhadap pembela HAM, aktivis perempuan, aktivis lingkungan itu selalu ada, apalagi jika secara kebijakan belum ada perlindungan hukum bagi pembela HAM,&#8221; kata Laode M. Syarif ... Regulasi Perlindungan Belum Optimal Berdampak Kekerasan pada Pembela HAM","og_url":"https:\/\/kemitraan.or.id\/media-coverage\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\/","og_site_name":"KEMITRAAN","article_modified_time":"2024-12-31T09:44:14+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/WhatsApp-Image-2024-11-28-at-20.42.07.jpeg.webp","type":"image\/webp"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/media-coverage\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\/","url":"https:\/\/kemitraan.or.id\/media-coverage\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\/","name":"Regulasi Perlindungan Belum Optimal Berdampak Kekerasan pada Pembela HAM - KEMITRAAN","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/media-coverage\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/media-coverage\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/WhatsApp-Image-2024-11-28-at-20.42.07.jpeg.webp","datePublished":"2024-11-28T04:46:55+00:00","dateModified":"2024-12-31T09:44:14+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/media-coverage\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kemitraan.or.id\/media-coverage\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/media-coverage\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\/#primaryimage","url":"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/WhatsApp-Image-2024-11-28-at-20.42.07.jpeg.webp","contentUrl":"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/WhatsApp-Image-2024-11-28-at-20.42.07.jpeg.webp","width":1200,"height":800},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/media-coverage\/regulasi-perlindungan-belum-optimal-berdampak-kekerasan-pada-pembela-ham\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kemitraan.or.id\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Regulasi Perlindungan Belum Optimal Berdampak Kekerasan pada Pembela HAM"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/#website","url":"https:\/\/kemitraan.or.id\/","name":"KEMITRAAN","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kemitraan.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/#organization","name":"KEMITRAAN","url":"https:\/\/kemitraan.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Logo-Kemitraan-Hitam.png","contentUrl":"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Logo-Kemitraan-Hitam.png","width":2705,"height":2037,"caption":"KEMITRAAN"},"image":{"@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kemitraan.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media-coverage\/8202","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kemitraan.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media-coverage"}],"about":[{"href":"https:\/\/kemitraan.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/media-coverage"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kemitraan.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8203"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kemitraan.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8202"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kemitraan.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8202"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}