{"id":7734,"date":"2024-02-01T10:22:00","date_gmt":"2024-02-01T03:22:00","guid":{"rendered":"https:\/\/kemitraan.or.id\/?post_type=media-coverage&#038;p=7734"},"modified":"2024-12-31T11:42:00","modified_gmt":"2024-12-31T04:42:00","slug":"indeks-persepsi-korupsi-stagnan-laode-singgung-isu-bansos-yang-disalahgunakan-salah-satu-capres","status":"publish","type":"media-coverage","link":"https:\/\/kemitraan.or.id\/en\/media-coverage\/indeks-persepsi-korupsi-stagnan-laode-singgung-isu-bansos-yang-disalahgunakan-salah-satu-capres\/","title":{"rendered":"Indeks Persepsi Korupsi Stagnan, Laode Singgung Isu Bansos yang Disalahgunakan Salah Satu Capres"},"content":{"rendered":"\n<p>Oleh Dwi Bowo Raharjo dan Yaumal Asri Adi Hutasuhut<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"653\" height=\"366\" src=\"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-66.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7735\" style=\"width:823px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-66.png 653w, https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-66-300x168.png 300w\" sizes=\"(max-width: 653px) 100vw, 653px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Direktur Eksekutif Kemitraan, Laode M Syarif ditemui wartawan di Gedung KPK C1, Kamis (1\/2\/2024). (Suara.com\/Yaumal)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Suara.com &#8211; Direktur Eksekutif Kemitraan, Laode M Syarif, menilai salah satu penyebab indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia pada 2023 mengalami stagnan atau jalan ditempat salah satunya disebabkan penyalahgunaan bantuan sosial untuk kepentingan politik.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal itu disampaikannya sekaligus menanggapi isu bansos yang ditempeli stiker pasangan capres cawapres nomor 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ya, itu salah satu sebenarnya yang paling menarik (IPK kita) ke bawah nilai (persepsi) korupsi kita. Itu adalah sektor politik dan korupsi di sektor yang berhubungan dengan penegakan hukum dan variety democracy,&#8221; kata Laode ditemui wartawan di Gedung C1 KPK, Jakarta, Kamis (1\/2\/2024).<\/p>\n\n\n\n<p>Loade kemudian menyinggung soal\u00a0<a href=\"https:\/\/www.suara.com\/tag\/politik-uang\">politik uang<\/a>\u00a0yang menjadi salah satu indikator yang diukur untuk menentukan indeks persepsi korupsi.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Apa yang dinilai untuk korupsi demokrasi? Salah satunya itu adalah money politic. Money politic itu ya sekarang kelihatan ini kayak bansos disebar ke mana mana, tidak sesuai peruntukannya,&#8221; katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ya bagaimana mau naik\u00a0<em>corruption preseption index<\/em>\u00a0kita, kalau perilaku kita masih seperti itu,&#8221; sambungnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain menyinggung sektor demokrasi, Laode juga menilai netralitas aparat penegak hukum jelang Pemilu 2024, juga mempengaruhi indeks persepsi korupsi.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Dia (aparat penegak hukum) kan harusnya independen, harus profesional. Tetapi kalau masih seperti sekarang, itu bahkan didesain dalam pemilu pun banyak yang ditengarai mereka tidak netral seperti itu. Itu juga akan mempengaruhi corruption perception index kita,&#8221; tegasnya Laode.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Jadi, ya, memang kita harus kerja berat kalau ingin corruption perception index kita meningkat ke depan,&#8221; sambungnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>IPK 2023<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan hasil pengukuran Transparency International Indonesia (TII), IPK Indonesia pada 2023 menorehkan skor 34 dan menempati posisi ke 115 dari 180 negara. Angkanya masih sama dengan periode 2022.<\/p>\n\n\n\n<p>Deputi Sekretaris Jenderal TII, Wawan Suyatmiko menyebut skor yang diperoleh tersebut menunjukkan IPK Indonesia mengalami stagnan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;CPI Indonesia tahun 2023 berada di skor 34\/100 dan berada di peringkat 115 dari 180 negara yang disurvei. Skor ini 34\/100 sama dengan skor CPI pada 2022,&#8221; kata Wawan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"653\" height=\"366\" src=\"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-67.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7737\" srcset=\"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-67.png 653w, https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-67-300x168.png 300w\" sizes=\"(max-width: 653px) 100vw, 653px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Beras bansos ditempel stiker Prabowo-Gibran. (ist)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Skor IPK tersebut dinilai Wawan, menunjukkan respons terhadap praktik korupsi masih cenderung berjalan lambat. Disebutnya juga akan terus memburuk, karena minimnya dukungan nyata dari para pemangku kepentingan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kecenderungan abai pada pemberantasan korupsi ini semakin nyata dan terkonfirmasi sejak pelemahan KPK, perubahan UU MK dan munculnya berbagai regulasi yang tidak memperhatikan nilai-nilai integritas, serta tutup mata terhadap berbagai praktik konflik kepentingan,&#8221; terang Wawan.<\/p>\n\n\n\n<p>TTI mendesak agar pemerintah dan seluruh elemennya menjamin kualitas demokrasi berjalan sesuai harapan warga negara, yang berorientasi pada pemberantasan korupsi yang berdampak pada kesejahteraan dan keadilan sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber: suara.com<\/p>\n\n\n\n<p>Link: <a href=\"https:\/\/www.suara.com\/news\/2024\/02\/01\/162929\/indeks-persepsi-korupsi-stagnan-laode-singgung-isu-bansos-yang-disalahgunakan-salah-satu-capres\">https:\/\/www.suara.com\/news\/2024\/02\/01\/162929\/indeks-persepsi-korupsi-stagnan-laode-singgung-isu-bansos-yang-disalahgunakan-salah-satu-capres<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Dwi Bowo Raharjo dan Yaumal Asri Adi Hutasuhut Suara.com &#8211; Direktur Eksekutif Kemitraan, Laode M Syarif, menilai salah satu penyebab indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia pada 2023 mengalami stagnan atau jalan ditempat salah satunya disebabkan penyalahgunaan bantuan sosial untuk kepentingan politik. Hal itu disampaikannya sekaligus menanggapi isu bansos yang ditempeli stiker pasangan capres cawapres <a href=\"https:\/\/kemitraan.or.id\/en\/media-coverage\/indeks-persepsi-korupsi-stagnan-laode-singgung-isu-bansos-yang-disalahgunakan-salah-satu-capres\/\" class=\"more-link\">&#8230;<span class=\"screen-reader-text\">  Indeks Persepsi Korupsi Stagnan, Laode Singgung Isu Bansos yang Disalahgunakan Salah Satu Capres<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"featured_media":7735,"template":"","categories":[],"class_list":["post-7734","media-coverage","type-media-coverage","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Indeks Persepsi Korupsi Stagnan, Laode Singgung Isu Bansos yang Disalahgunakan Salah Satu Capres - KEMITRAAN<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kemitraan.or.id\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Indeks Persepsi Korupsi Stagnan, Laode Singgung Isu Bansos yang Disalahgunakan Salah Satu Capres - KEMITRAAN\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh Dwi Bowo Raharjo dan Yaumal Asri Adi Hutasuhut Suara.com &#8211; Direktur Eksekutif Kemitraan, Laode M Syarif, menilai salah satu penyebab indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia pada 2023 mengalami stagnan atau jalan ditempat salah satunya disebabkan penyalahgunaan bantuan sosial untuk kepentingan politik. Hal itu disampaikannya sekaligus menanggapi isu bansos yang ditempeli stiker pasangan capres cawapres ... Indeks Persepsi Korupsi Stagnan, Laode Singgung Isu Bansos yang Disalahgunakan Salah Satu Capres\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KEMITRAAN\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-31T04:42:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-66.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"653\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"366\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"\/\",\"url\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/\",\"name\":\"Indeks Persepsi Korupsi Stagnan, Laode Singgung Isu Bansos yang Disalahgunakan Salah Satu Capres - KEMITRAAN\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-66.png\",\"datePublished\":\"2024-02-01T03:22:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-31T04:42:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kemitraan.or.id\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-66.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-66.png\",\"width\":653,\"height\":366},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/en\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Indeks Persepsi Korupsi Stagnan, Laode Singgung Isu Bansos yang Disalahgunakan Salah Satu Capres\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/\",\"name\":\"KEMITRAAN\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/#organization\",\"name\":\"KEMITRAAN\",\"url\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Logo-Kemitraan-Hitam.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Logo-Kemitraan-Hitam.png\",\"width\":2705,\"height\":2037,\"caption\":\"KEMITRAAN\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kemitraan.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Indeks Persepsi Korupsi Stagnan, Laode Singgung Isu Bansos yang Disalahgunakan Salah Satu Capres - KEMITRAAN","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kemitraan.or.id\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Indeks Persepsi Korupsi Stagnan, Laode Singgung Isu Bansos yang Disalahgunakan Salah Satu Capres - KEMITRAAN","og_description":"Oleh Dwi Bowo Raharjo dan Yaumal Asri Adi Hutasuhut Suara.com &#8211; Direktur Eksekutif Kemitraan, Laode M Syarif, menilai salah satu penyebab indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia pada 2023 mengalami stagnan atau jalan ditempat salah satunya disebabkan penyalahgunaan bantuan sosial untuk kepentingan politik. Hal itu disampaikannya sekaligus menanggapi isu bansos yang ditempeli stiker pasangan capres cawapres ... Indeks Persepsi Korupsi Stagnan, Laode Singgung Isu Bansos yang Disalahgunakan Salah Satu Capres","og_url":"\/","og_site_name":"KEMITRAAN","article_modified_time":"2024-12-31T04:42:00+00:00","og_image":[{"width":653,"height":366,"url":"https:\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-66.png","type":"image\/png"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"\/","url":"https:\/\/kemitraan.or.id\/","name":"Indeks Persepsi Korupsi Stagnan, Laode Singgung Isu Bansos yang Disalahgunakan Salah Satu Capres - KEMITRAAN","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-66.png","datePublished":"2024-02-01T03:22:00+00:00","dateModified":"2024-12-31T04:42:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kemitraan.or.id\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/#primaryimage","url":"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-66.png","contentUrl":"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/image-66.png","width":653,"height":366},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kemitraan.or.id\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Indeks Persepsi Korupsi Stagnan, Laode Singgung Isu Bansos yang Disalahgunakan Salah Satu Capres"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/#website","url":"https:\/\/kemitraan.or.id\/","name":"KEMITRAAN","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kemitraan.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/#organization","name":"KEMITRAAN","url":"https:\/\/kemitraan.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Logo-Kemitraan-Hitam.png","contentUrl":"https:\/\/kemitraan.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Logo-Kemitraan-Hitam.png","width":2705,"height":2037,"caption":"KEMITRAAN"},"image":{"@id":"https:\/\/kemitraan.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kemitraan.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media-coverage\/7734","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kemitraan.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media-coverage"}],"about":[{"href":"https:\/\/kemitraan.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/media-coverage"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kemitraan.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kemitraan.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7734"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kemitraan.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7734"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}